Picu Tsunami Regional, Gempa Bumi M 8,1 di Selandia Baru

SUMUTTODAY – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 8,1 yang mengguncang Selandia Baru dilaporkan hanya memicu ‘tsunami regional’. Peringatan tsunami telah diturunkan levelnya oleh otoritas setempat dan warga yang dievakuasi telah diperbolehkan kembali ke rumah, meski masih diimbau menjauh pantai.

Seperti dilansir New Zealand Herald, Jumat (5/3/2021). gempa bumi M 8,1 itu berpusat di titik dekat Pulau Raoul, yang berjarak 1.000 kilometer jauhnya dari Selandia Baru dan mengguncang pada Jumat (5/3) pagi, sekitar pukul 08.28 waktu setempat. Pusat gempa berada di kedalaman relatif dangkal, yakni 20 kilometer dari permukaan laut.

Gempa kuat ini diyakini dipicu oleh gempa lainnya berkekuatan M 7,4 yang terlebih dulu mengguncang lokasi yang sama, yang melibatkan jenis patahan ‘terbalik’ yang sama. Diduga juga bahwa gempa-gempa kuat itu dipengaruhi oleh gempa pagi hari yang berkekuatan M 7,3 di lepas pantai East Cape.

Selandia Baru Cabut Perintah Evakuasi Tsunami Setelah Gempa M 8,1
Setelah sempat merilis peringatan tsunami untuk sebagian besar wilayah North Island dan memerintah semua warga dievakuasi, Badan Penanggulangan Darurat Nasional (NEMA) mengumumkan level ancaman tsunami telah diturunkan karena gelombang-gelombang terbesar telah lewat. Video-video yang diunggah ke internet menunjukkan gelombang besar menerjang area seperti Teluk Tokomaru di Pantai Timur Selandia Baru.

“Oleh karena itu level ancaman kini diturunkan menjadi ancaman Pantai dan laut untuk semua wilayah yang sebelumnya ada di bawah ancaman Darat dan Laut. Semua orang yang dievakuasi sekarang bisa kembali,” demikian pernyataan terbaru dari NEMA.

“Imbauannya tetap berlaku, untuk semua area di bawah ancaman Pantai dan Laut, untuk menjauhi area pantai. Kita memperkirakan area-area pesisir Selandia Baru terus mengalami gelombang kuat dan tidak biasa serta gelombang tak terduga di pantai,” imbuh pernyataan itu.

Secara terpisah, konsultan kelautan eCoast LTd, Dr Jose Borrero, menuturkan bahwa meskipun gempa kuat itu memicu guncangan serius di Pulau Raoul yang dekat dengan pusat gempa, tsunami yang dipicu gempa itu hampir tidak terlihat.

“Itu akan mencapai urutan puluhan centimeter. Tapi dalam jarak ratusan kilometer, jika Anda duduk di atas perahu di tengah lautan, Anda mungkin merasakan gelombang kejut yang datang dari gempa itu sendiri,” jelasnya.

Sementara gempa besar biasanya memicu bencana mematikan, seperti di Jepang tahun 2011 dan di Samudra Hindia tahun 2004, Borrero menyatakan bahwa gempa pagi ini ‘bukan gempa besar semacam itu’ yang akan memicu tsunami laut ketika terjadi.

“Tentu saja akan menjadi besar bagi orang-orang di daratan, jika itu menghantam tepat di bawah Anda, dan itu akan menjadi sangat besar seandainya ini terjadi langsung dari Gisborne,” cetusnya.

“Namun dalam hal tsunami trans-laut, dan jarak perjalanannya, Anda tidak benar-benar melihat yang besar dari sesuatu seperti (M) 8,1,” imbuh Borrero.

Disebutkan lebih lanjut bahwa gempa bumi M 8,1 di Selandia Baru ini memicu apa yang disebut sebagai ‘tsunami sumber regional’. Gelombang tsunami jenis ini membutuhkan waktu 1-3 jam untuk tiba di daratan Selandia Baru, dan masih bisa memberi ancaman besar sehingga perlu dipantau dan peringatan harus dirilis. (detikcom)

Share