Makan Siang di Meja Kerja Tak Baik untuk Kesehatan, Ini Penyebabnya

SUMUTTODAY.COM – Makan siang di meja kerja jadi kebiasaan pegawai saat di kantor maupun WFH. Meski terlihat praktis, faktanya praktik ini tidak bagus untuk kesehatan.

Makan siang cukup memakan waktu ketika harus dilakukan di tengah hari yang sibuk. Memiliki pekerjaan yang menumpuk serta ketakutan akan tertular virus jika makan di tempat umum menjadi alasan banyak pegawai kantoran tetap di meja kerja seharian penuh.

Secara logika, tidak berpindah tempat memang terdengar menjadi pilihan yang lebih aman untuk menghindari virus. Tapi ternyata, makan siang di meja kerja justru akan mengganggu konsentrasi dan produktivitas.

Dilansir melalui Huffpost (23/3) selama pandemi Covid-19, makan siang di meja kerja dianggap menjadi cara yang paling aman. Ternyata cara ini justru memiliki dampak bagi psikologis maupun nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Ada beberapa alasan yang dijelaskan oleh ahli terkait kekurangan makan siang di meja kerja:

Menurut pengamatan yang dilakukan pada pegawai yang menjalani work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, WFH membuat para pegawai tidak bekerja di tempat yang semestinya. Beberapa area di rumah disulap untuk dijadikan meja kerja. Meja makan, tempat tidur, sofa atau meja lainnya.

“Saya menemukan bahwa orang yang bekerja dari rumah cenderung lebih mudah untuk mengambil sesuatu atau membuat sesuatu untuk dimakan di dapur,” kata psikolog klinis, Sam Von Reiche.

‘Kedekatan’ dengan dapur ini dikonsepkan sebagai kemungkinan makan tanpa sadar yang lebih tinggi. Hal ini bahkan juga menjadi yang sedang diperhatikan oleh para psikolog dan ahli kesehatan.

“Kita tidak memberikan perhatian pada rasa kenyang. Kita akan cenderung makan lebih cepat dan tidak merasakan kenyang,” kata direktur pendidikan ilmiah di Pennington Biomedical Research Center, Leanne Redman, seperti dilansir detikcom

Menurut Brooke Scheller, dokter nutrisi klinis dan spesialis nutrisi, semakin mudah akses untuk mendapatkan makanan berarti akan semakin mudah juga konsumsi kalori yang lebih tinggi. Ketika bekerja di tempat yang dekat atau sama dengan tempat makan, maka seseorang cenderung makan lebih banyak.

Makan Dengan Bijak dan Pergi Sejenak Dari Meja Kerja

“Mungkin terlihat seperti ide yang bagus untuk tetap duduk di meja makan sambil memeriksa email selama makan siang,” kata Scheller.

Tetapi dengan berhenti bekerja sejenak akan lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas. Idealnya, 30 menit hingga 1 jam beristirahat untuk makan siang menjadi waktu yang sangat baik untuk beristirahat.

Scheller secara spesifik menyebutkan bahwa hormon kortisol cenderung lebih tinggi selama stres yang disebabkan oleh pandemi. Menurut beberapa penelitian, paparan sinar dari layar juga dapat meningkatkan hormon stres secara drastis.

Tidak ada salahnya untuk tetap bersosialisasi selama pandemi. Selama mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mengenakan masker ini masih cukup aman untuk bertemu dengan rekan kerja.

“Kita telah kehilangan waktu bersosialisasi cukup lama dan orang-orang cenderung mengatakan ‘saya akan menggunakan internet atau media sosial’ sebagai cara untuk bersosialisasi. Itu sama sekali tidak sama,” kata Von Reiche.

Langkah-Langkah Untuk Meningkatkan Kenyamanan

Jangan terlalu fokus saat bekerja. Merencanakan langkah-langkah untuk beristirahat, bersosialisasi dan sejenak melepas penat pekerjaan juga dibutuhkan. Ada cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukannya.

Pertama-tama, jadwalkan waktu untuk makan dan istirahat siang. Misalnya selama 30 menit hingga 1 jam dan benar-benar lakukan istirahat sepenuhnya. Pergi dari meja kerja, makan siang dengan semestinya dan tinggalkan pekerjaan untuk sementara.

“Ganti suasana,” kata Scheller.

Jika memungkinkan, temukan area kerja yang berbeda dengan tempat beristirahat biasanya. Jangan melakukan pekerjaan di meja makan atau sofa santai terlebih tempat tidur.

Von Reiche menyarankan untuk sedikit mengatur area untuk makan siang. Misalnya dengan menyalakan musik dan menciptakan waktu dan tempat makan yang menyenangkan dan berbeda dengan situasi saat bekerja. Meskipun keduanya sama-sama dilakukan di rumah.

Secara spesifik, Redman juga menganjurkan pegawai yang tengah WFH untuk membuat semuanya seolah-olah seperti sedang bekerja normal. Misalnya menyiapkan bekal, membungkus beberapa makanan, dan membuat rumah seakan-akan seperti kantor.(mg1)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.